Security (Database)
Keamanan
database adalah suatu cara untuk melindungi database dari ancaman, baikdalam
bentuk kesengajaan atau pun bukan. Ancaman adalah segala situasi atau kejadian
baik secara sengaja maupun tidak yang bersifat merugikan dan mempengaruhi
system serta secara konsekuensi terhadap perusahaan/organisasi yang memiliki
system database.Keamanan database tidak hanya berkenaan dengan data yang ada
pada database saja, tetapi juga meliputi bagian lain dari system database, yang
tentunya dapat mempengaruhi database tersebut. Hal ini berarti keamanan
database mencakup perangkat keras, perangkat lunak, orang dan data. Agar memiliki suatu keamanan yang efektif dibutuhkan kontrol yang tepat.
Seseorang yang mempunyai hak untuk mengontrol dan mengatur database biasanya
disebut Administrator database. Seorang administratorlah yang memegang peranan
penting pada suatu system database, oleh karena itu administrator harus
mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang cukup agar dapat mengatur suatu system
database Keamanan merupakan suatu proteksi terhadap pengrusakan data dan
pemakaian data oleh pemakai yang tidak punya kewenangan.
Struktur Keamanan Dasar Database
Pada dasarnya keamanan
database (database security) dapat dibagi sebagai berikut:
- Keamanan Server (Server Security)
- Koneksi Database (Database Connections)
- Kontrol Akses Tabel (Table Access Control)
- Membatasi Akses Database (Restricting
Database Access)
Masalah Keamanan Data
Keamanan data biasanya dengan cara melakukan penerapan sebuah password pada saat pengaksessan data, karena tidak semua pemakai boleh bersentuhan dengan sebuah sistem basisdata, hanya pemakai yang terdaftar yang dapat memanfaatkan basisdata, namun pemakai tersebut belum tentu dapat melakukan pengubahan data pemakai tersebut hanya dapat melakukan pengaksesan data tanpa melakukan proses manipulasi data, pemakai yang dapat melakukan manipulasi data hanyalah pemakai yang telah terdaftar dan mendapat rekomendasi dari administrator basis data tersebut. Agar terhindar dari campur tangan orang yang tidak bertanggung jawab sehingga mengakibatkan kerusakan basis data.
PERLINDUNGAN
TERHADAP DATA YANG SENSITIF
1.
Tidak disengaja, jenisnya :
a. kerusakan selama proses transaksi.
b. anomali yang disebabkan oleh akses database yang konkuren
c. anomali yang disebabkan oleh pendistribuasian data pada beberapa computer
d. logika error yang mengancam kemampuan transaksi untuk mempertahankan
konsistensi database.
2. Disengaja, jenisnya :
a. Pengambilan data / pembacaan data oleh pihak yang tidak berwenang.
b. Pengubahan data oleh pihak yang tidak berwenang.
c. Penghapusan data oleh pihak yang tidak berwenang.
Tingkatan
Pada Keamanan Database :
1. Fisikal : Lokasi-lokasi dimana terdapat sistem komputer haruslah aman secara fisik terhadap serangan perusak.
2. Manusia : wewenang pemakai harus dilakukan dengan berhati-hati untuk
mengurangi kemungkinan adanya manipulasi oleh pemakai yang berwenang.
3. Sistem Operasi : Kelemahan pada SO ini memungkinkan pengaksesan data oleh pihak tak berwenang, karena hampir seluruh jaringan sistem database menggunakan akses jarak jauh.
4. Sistem Database : Pengaturan hak pemakai yang baik.
Kelemahan keamanan database dapat dibedakan
menjadi beberapa kelompok:
• Vendor bugs/ kelemahan dari
pembuat.
• Poor architecture/ rancangan
yang jelek.
• Misconfigurations/ salah
konfigurasi.
• Incorrect usage/ Penggunaan
yang tidak pada tempatnya.
o
Vendor
bugs/ kelemahan dari
pembuat
Kelemahan dari pembuat
diantaranya adalah buffer overflows dan kesalahan program yang lain yang
dihasilkan dari eksekusi perintah olehusers. Downloading dan menginstal patches
biasanya digunakan untuk memperbaiki kelemahan dari pembuat.Untuk meyakinkan
bahwa kita tidak memiliki kelemahan karena masalah ini maka kita harus terus
melihat perkembangan jika ada patches terbaru, secepatnya diinstal setelah
diluncurkannya patche terbaru tersebut.
o
Rancangan
yang jelek
Perancangan yang jelek ini
disebabkan karena kurangnya perencanaan yang tepat terhadap bagaimana aplikasi
bekerja. Kelemahan yang seperti ini ialah kelemahan yang paling sulit
diperbaiki, karena untuk memperbaikinya dibutuhkan kerja ulang secara
keseluruhan oleh pembuat. Sebagai contoh rancangan yang jelek adalah
pemanfaatan bentuk enkripsi yang lemah darivendor.
o
Salah
konfigurasi
Salah konfigurasi disebabkan
tidak tepatnya konfigurasidatabase. Banyak dari pilihan konfigurasidatabase
dapat diset sesuai keamanan yang dibutuhkan. Sebagian dari parameter diset
tidak aman secaradefault.Biasanya bukan suatu masalah sampai dibutuhkan
perubahan konfigurasi yang tidak diharapkan. Sebagai contoh pada oracle adalah
parameter REMOTE_OS_A UTHE NT, secaradef ault diset “true” yang berarti kita
mengijinkan user unauthenticated/ tidak berwenang dapat melakukan koneksi
kepada database.
o
Penggunaan
yang salah
Penggunaan yang salah terjadi
dari pemanfaatan kegunaan/ fungsi perintah dari program yang diberikan oleh
pembuat/vendor, yang dipakai untuk menembus system. Sebagai contoh SQL
INJECTION yang disalah gunakan.
Sumber
:
http://rumahradhen.wordpress.com/materi-kuliahku/semester-ii/sistem-keamanan-komputer/pengamanan-sistem-basis-data/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar