Sabtu, 29 November 2014

Digital Culture (New Media)



Digital Culture (budaya digital) adalah sesuatu yang berbeda. Konsep yang telah disesuaikan dengan sektor lainnya, dan memasukkan perspektif yang berbeda mengenai dampak teknologi digital dan jaringan dalam masyarakat. Seharusnya dan idealnya hal semacam ini dibuat oleh Departemen Kebudayaan untuk mengadakan refleksi bersama yang luas mengenai perspektif budaya digital Indonesia, dengan mendorong partisipasi dari semua pemangku kepentingan dalam proses inovatif -konstruksi kolaboratif – kebijakan publik ke, oleh dan menuju ranah digital. Semakin murahnya perangkat komputer dan telepon seluler pribadi, dikombinasikan dengan pesatnya perkembangan aplikasi yang menggunakan perangkat lunak bebas (open source)  dan layanan gratis di jaringan, telah mempromosikan demokratisasi radikal akses ke sarana baru produksi dan akses ke pengetahuan.
New media (media baru), baru disini saya artikan dengan arti “lebih baik”. Berarti media baru tidak sekedar “baru” tapi lebih baik dari media sebelumnya. Contohnya dari zaman dahulu dimana semua media serba analog, semua serba menggunakan kertas. Lalu berganti dengan radio dan televisi sebagai sarana penyampaian informasi, juga ada CD sebagai alat penyimpanan informasi tersebut. Setelah sarana dan alat penyimpanan informasi yang menjadi lebih baik, cara pengolahan informasi pun menjadi lebih baik juga.
Jadi, jika berbicara tentang tentang budaya digital dan media baru pasti akan banyak membicarakan tentang masa depan dimana media baru akan terus bermunculan. Dan jika membahas tentang budaya digital apa dampaknya untuk manusia?, Berbicara dampak pasti akan ada dampak positif dan negatif.
Dampak Positif
Untuk dampak positifnya pasti sudah sangat terasa untuk kita sekarang ini, yaitu kemudahan berkomunikasi. Selain itu dengan budaya digital dan perkembangan media baru pasti kebutuhan manusia akan informasi akan meningkat dan itu akan banyak menumbuhkan lapangan pekerjaan dalam bidang pengolahan dan penyajian informasi.
Dampak Negatif
Untuk dampak negatifnya adalah penyelahgunaan media baru tersebut yang serba cepat dan canggih. Dimana banyak tindakan penipuan dan “pencopetan” melalui media online.
Teknologi sama halnya seperti pisau, tergantung siapa yang memakainya. Jika ditangan orang baik akan sangat bermanfaat, tapi jika ditangan orang jahat akan banyak merugikan orang lain.


Sumber : http://suhailykamil.wordpress.com/2011/09/29/apa-itu-digital-culture/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar