Digital Culture (budaya digital) adalah sesuatu yang
berbeda. Konsep yang telah disesuaikan dengan sektor lainnya, dan memasukkan
perspektif yang berbeda mengenai dampak teknologi digital dan jaringan dalam
masyarakat. Seharusnya dan idealnya hal semacam ini dibuat oleh Departemen
Kebudayaan untuk mengadakan refleksi bersama yang luas mengenai perspektif
budaya digital Indonesia, dengan mendorong partisipasi dari semua pemangku
kepentingan dalam proses inovatif -konstruksi kolaboratif – kebijakan publik
ke, oleh dan menuju ranah digital. Semakin murahnya perangkat komputer dan
telepon seluler pribadi, dikombinasikan dengan pesatnya perkembangan aplikasi
yang menggunakan perangkat lunak bebas (open source) dan layanan gratis
di jaringan, telah mempromosikan demokratisasi radikal akses ke sarana baru
produksi dan akses ke pengetahuan.
New media (media
baru), baru disini saya artikan dengan arti “lebih baik”. Berarti media baru
tidak sekedar “baru” tapi lebih baik dari media sebelumnya. Contohnya dari
zaman dahulu dimana semua media serba analog, semua serba menggunakan kertas.
Lalu berganti dengan radio dan televisi sebagai sarana penyampaian informasi,
juga ada CD sebagai alat penyimpanan informasi tersebut. Setelah sarana dan
alat penyimpanan informasi yang menjadi lebih baik, cara pengolahan informasi
pun menjadi lebih baik juga.
Jadi, jika berbicara
tentang tentang budaya digital dan media baru pasti akan banyak membicarakan
tentang masa depan dimana media baru akan terus bermunculan. Dan jika membahas
tentang budaya digital apa dampaknya untuk manusia?, Berbicara dampak pasti
akan ada dampak positif dan negatif.
Dampak
Positif
Untuk dampak
positifnya pasti sudah sangat terasa untuk kita sekarang ini, yaitu kemudahan
berkomunikasi. Selain itu dengan budaya digital dan perkembangan media baru
pasti kebutuhan manusia akan informasi akan meningkat dan itu akan banyak
menumbuhkan lapangan pekerjaan dalam bidang pengolahan dan penyajian informasi.
Dampak
Negatif
Untuk dampak negatifnya
adalah penyelahgunaan media baru tersebut yang serba cepat dan canggih. Dimana
banyak tindakan penipuan dan “pencopetan” melalui media online.
Teknologi sama
halnya seperti pisau, tergantung siapa yang memakainya. Jika ditangan orang
baik akan sangat bermanfaat, tapi jika ditangan orang jahat akan banyak
merugikan orang lain.
Sumber : http://suhailykamil.wordpress.com/2011/09/29/apa-itu-digital-culture/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar