A. PENDAHULUAN
Teknologi
informasi merupakan salah satu hal yang tidak akan lepas dari kehidupan
manusia. Karena teknologi informasi ini sudah ada sejak berabad-abad lalu dan
hingga kini masih terus berkembang. Tanpa adanya teknologi informasi, manusia
akan kesulitan untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi.
Salah satunya adalah cloud computing,
teknologi ini berbasis internet dan internetlah sebagai pusat penyimpanan data
( server ). Cloud computing sudah dipakai banyak perusahaan – perusahaan besar
didunia, contohnya: google driver.
B. Pengantar
Komputasi Grid
Menurut definisi Grid Computing atau Komputasi Grid
merupakan salah satu dari tipe Komputasi Paralel, adalah penggunaan sumber daya
yang melibatkan banyak komputer terpisah secara geografis namun tersambung via jalur
komunikasi (termasuk Internet) untuk memecahkan persoalan komputasi skala
besar. Semakin cepat jalur komunikasi terbuka, maka peluang untuk menggabungkan
kinerja komputasi dari sumber-sumber komputasi yang terpisah menjadi semakin
meningkat. Dengan demikian, skala komputasi terdistribusi dapat ditingkatkan
secara geografis lebih jauh lagi, melintasi batas-batas domain administrasi
yang ada.
Suatu sistem melakukan komputasi grid yaitu :
Sistem tersebut melakukan koordinasi terhadap sumberdaya
komputasi yang tidak berada dibawah suatu kendali terpusat. Seandainya sumber
daya yang digunakan berada dalam satu cakupan domain administratif, maka
komputasi tersebut belum dapat dikatakan komputasi grid.
Sistem tersebut menggunakan standard dan protokol yang
bersifat terbuka (tidak terpaut pada suatu implementasi atau produk tertentu).
Komputasi grid disusun dari kesepakatan-kesepakatan terhadap masalah yang
fundamental, dibutuhkan untuk mewujudkan komputasi bersama dalam skala besar.
Kesepakatan dan standar yang dibutuhkan adalah dalam bidang autentikasi,
otorisasi, pencarian sumberdaya, dan akses terhadap sumber daya.Misalnya
TCP/IP.
Sistem tersebut berusaha untuk mencapai kualitas layanan
yang canggih, (nontrivial quality of service) yang jauh diatas kualitas layanan
komponen individu dari komputasi grid tersebut.
Beberapa konsep dasar dari Komputasi Grid :
1. Sumber daya dikelola dan dikendalikan secara lokal.
2. Sumber daya berbeda dapat mempunyai kebijakan dan
mekanisme berbeda, mencakup Sumber daya komputasi dikelola oleh sistem batch
berbeda, Sistem storage berbeda pada node berbeda, Kebijakan berbeda
dipercayakan kepada user yang sama pada sumber daya berbeda pada Grid.
3. Sifat alami dinamis: Sumber daya dan pengguna dapat
sering berubah
4. Lingkungan kolaboratif bagi e-community (komunitas
elektronik, di internet).
Tiga hal yang di-sharing dalam sebuah sistem grid,
antara lain : Resource, Network dan Proses. Kegunaan / layanan dari sistem grid
sendiri adalah untuk melakukan high throughput computing dibidang penelitian,
ataupun proses komputasi lain yang memerlukan banyak resource komputer.
Secara generik, keuntungan dasar dari penerapan
komputasi Grid, yaitu:
1. Perkalian dari sumber daya: Resource pool dari CPU dan
storage tersedia ketika idle.
2. Lebih cepat dan lebih besar: Komputasi simulasi dan
penyelesaian masalah apat berjalan lebih cepat dan mencakup domain yang lebih
luas.
3. Software dan aplikasi: Pool dari aplikasi dan pustaka
standard, Akses terhadap model dan perangkat berbeda, Metodologi penelitian
yang lebih baik.
4. Data: Akses terhadap sumber data global, dan Hasil
penelitian lebih baik.
C. Virtualisasi
Ada dua istilah yang sedang popouler saat
ini dalam hal teknologi komputasi, yaitu Virtualisasi dan Cloud computing,
namun saat ini sepertinya banyak yang menganggap bahwa virtualisasi dan cloud
computing adalah hal yang sama, padahal sebenarnya cloud computing itu lebih
dari sekedar virtualisasi.
Virtualisasi adalah sebuah teknologi, yang
memungkinkan anda untuk membuat versi virtual dari sesuatu yang bersifat fisik,
misalnya sistem operasi, storage data atau sumber daya jaringan. Proses
tersebut dilakukan oleh sebuah software atau firmware bernama Hypervisor. Hypervisor
inilah yang menjadi nyawanya virtualisasi, karena dialah layer yang “berpura –
pura” menjadi sebuah infrastruktur untuk menjalankan beberapa virtual machine.
Dalam prakteknya, dengan membeli dan memiliki satu buah mesin, anda seolah –
olah memiliki banyak server, sehingga anda bisa mengurangi pengeluaran IT untuk
pembelian server baru, komponen, storage, dan software pendukung lainnya.
Dalam hardware virtualization, perangkat
lunak bekerja membentuk sebuah virtual machine yang bertindak seolah-olah
seperti sebuah komputer asli dengan sebuah sistem operasi terinstall di
dalamnya. Salah contoh yang mudah misalkan terdapat satu buah komputer yang
telah terinstall GNU/Linux Ubuntu. Kemudian dengan menggunakan perangkat lunak
virtualization semisal Virtualbox kita dapat menginstall dua buah sistem
operasi lain sebagai contoh Windows XP dan FreeBSD.
Sistem operasi yang terinstall di komputer
secara fisik dalam hal ini GNU/Linux Lubuntu
disebut sebagai host machine sedangkan sistem operasi yang diinstall diatasnya
dinamakan guest machine. Istilah host dan guest dikenalkan untuk memudahkan
dalam membedakan antara sistem operasi fisik yang terinstall di komputer dengan
sistem operasi yang diinstall diatasnya atau virtualnya.
Perangkat lunak yang digunakan untuk
menciptakan virtual machine pada host machine biasa disebut sebagai hypervisor
atau Virtual Machine Monitor (VMM). Menurut Robert P. Goldberg pada tesisnya
yang berjudul “Architectural Principles For Virtual Computer Systems” pada hal
23 menyebutkan bahwa tipe-tipe dari VMM ada 2 yaitu :
- · Type 1 berjalan pada fisik komputer yang ada secara langsung. Pada jenis ini hypervisor / VMM benar-benar mengontrol perangkat keras dari komputer host-nya. Termasuk mengontrol sistem operasi-sistem operasi guest-nya. Contoh implementasi yang ada dan sudah saya coba secara langsung ialah VMWare ESXi. Adapun contoh yang lain yang ada seperti Microsoft Hyper-V.
- Type 2 berjalan pada sistem operasi diatasnya. Pada tipe ini tentunya guest sistem operasi nya berada di layer diatasnya lagi.
Jenis virtualisasi perangkat-keras adalah
sebagai berikut :
Perangkat-Keras
Istilah virtualisasi perangkat-keras mengacu kepada upaya
menciptakan mesin virtual yang bekerja layaknya sebuah komputer lengkap
dengan sistem operasi. Istilah mesin
tuan-rumah(host) mengacu kepada mesin tempat virtualisasi
bersemayam sementara istilah mesin
tamu (guest) mengacu kepada virtual mesin itu sendiri. Istilah hyperviso mengacu
kepada perangkat lunak atau firmware yang membuatmesinvirtual.
- · Para-virtualisasi:Perangkat keras tidak disimulasikan tetapi perangkat-lunak tamu berjalan dalam domainnya sendiri seolah-olah dalam sistem yang berbeda. Dalam hal ini perangkat-lunak tamu perlu disesuaikan untuk dapat berjalan.
- · Virtualisasi sebagian:Tidak semua aspek lingkungan disimulasikan tidak semua perangkat-lunak dapat langsung berjalan, beberapa perlu disesuaikan untuk dapat berjalan dalam lingkungan virtual ini.
- · Virtualisasi penuh:Hampir menyerupai mesin asli dan mampu menjalankan perangkat lunak tanpa perlu diubah.
Vitualisasi perangkat-keras harus
dibedakan dengan emulasi perangkat-keras. Pada emulasi perangkat-keras sebuah
perangkat-keras meniru kerja perangkat-keras lain, sementara pada virtualisasi
perangkat-keras sebuah hypervisor (sebuah
software) meniru kerja perangkat keras tertentu atau bahkan keseluruhan
komputer. Lebih lanjuthypervisor jangan
dirancu dengan emulator. Keduanya mempunyai definisi yang sama tapi domain
pembicaraannya berbeda.
Virtualisasi desktop
Dari Wikipedia bahasa Indonesia,
ensiklopedia bebas Virtualisasi Desktop merupakan hasil
teknologi dengan konsep Virtual Desktop Infrastructure (VDI) yang sedang
berkembang. Dimana desktop adalah komputer kerja juga bisa
disebut komputer meja yang dipakai untuk kerja sehari–hari dalam satu
lokasi bisa di rumah maupun di kantor. Dan lebih diperuntukkan kepada
perusahaan dengan karyawan yang menggunakan komputer, sehingga desktop
(komputer kerja) tidak lagi harus wujud fisik komputer yang besar tetapi sudah
dalam bentuk virtual yang akan dapat diakses dengan model klien-server.
Keunggulan dan kekurangan
Dengan penerapan teknologi virtualisasi
desktop di lingkungan perusahaan ataupun penyedia komputasi
awan tentu ada pertimbangan–pertimbangan yang harus diperhatikan.
Berikut adalah keuntungan–keuntungan
penerapan virtualisasi desktop:
1.
Membangun
atau provisioning desktop baru secara sistem operasi lebih mudah.
2.
Penyerdehanaan
sistem operasi dan aplikasi.
3.
Mengurangi
downtime apabila: kegagalan hardware dan proses migrasi data.
4.
Mobileakses
dengan data terpusat.
5. Dari
pengguna bisa menggunakan platformapapun
karena yang dibutuhkan adalah fungsi remote.
Sedangkan kekurangannya adalah sebagai
berikut :
1.
Potensi
risiko keamanan jaringan tidak dikelola dengan baik.
2.
Kesulitan
aplikasi kompleks (seperti multimedia).
3. Downtime jaringan
akan berakibat fatal dan berdampak ke semua user atau pengguna.
4.
Ketergantungan
konektivitas jaringan publik.
D. Distributed
Computation dalam Cloud Computing
Komputasi
terdistribusi merupakan bidang ilmu komputer yang mempelajari sistem terdistribusi.
Sebuah sistem terdistribusi terdiri dari beberapa komputer otonom yang
berkomunikasi melalui jaringan komputer. Komputer yang saling berinteraksi
untuk mencapai tujuan bersama. Suatu program komputer yang berjalan dalam
sistem terdistribusi disebut program didistribusikan, dan didistribusikan
pemrograman adalah proses menulis program tersebut. Distributed computing juga
mengacu pada penggunaan sistem terdistribusi untuk memecahkan masalah
komputasi. Dalam distributed computing, masalah dibagi menjadi banyak tugas, masing-masing
yang diselesaikan oleh satu komputer.
Kegiatan
ini merupakan kumpulan beberapa computer yang terhubung untuk melakukan pendistribusian,
seperti mengirim dan menerima data serta melakukan interaksi lain antar
computer yang dimana membutuhkan sebuah jaringan agar computer satu dan lainnya
bisa saling berhubung dan melakukan interaksi. Hal ini semua dilakukan dengan
cloud computing yang seperti kita ketahui memberikan layanan dimana
informasinya disimpan di server secara permanen dan disimpan di computer client
secara temporary.
Komputasi
Terdistribusi merupakan salah satu tujuan dari Cloud Computing, karena menawarkan
pengaksesan sumber daya secara parallel, para pengguna juga bisa
memanfaatkannya secara bersamaan (tidak harus menunggu dalam antrian untuk
mendapatkan pelayanan), terdiri dari banyak sistem sehingga jika salah satu
sistem crash, sistem lain tidak akan terpengaruh, dapat menghemat biaya
operasional karena tidak membutuhkan sumber daya (resourches).
Distribusi
komputasi ini memiliki definisi mempelajari penggunaan terkoordinasi dari computer
secara fisik terpisah atau terdistribusi. Pada distributed computing ini,
program dipisah menjadi beberapa bagian yang dijalankan secara bersamaan pada
banyak computer yang terhubung melalui jaringan internet.
E. Map Reduce dan No SQL
Map-Reduce adalah salah satu konsep teknis
yang sangat penting di dalam teknologi cloud terutama karena dapat
diterapkannya dalam lingkungan distributed computing. Dengan demikian akan
menjamin skalabilitas aplikasi kita. Salah satu contoh penerapan nyata map-reduce
ini dalam suatu produk adalah yang dilakukan Google. Dengan inspirasi dari
functional programming map dan reduce Google bisa menghasilkan filesystem
distributed yang sangat scalable, Google Big Table. Dan juga terinspirasi dari
Google, pada ranah open source terlihat percepatan pengembangan framework
lainnya yang juga bersifat terdistribusi dan menggunakan konsep yang sama,
project open source tersebut bernama Apache Hadoop.
NoSQL adalah istilah untuk menyatakan
berbagai hal yang didalamnya termasuk database sederhana yang berisikan key dan
value seperti Memcache, ataupun yang lebih canggih yaitu non-database
relational seperti MongoDB, Cassandra, CouchDB, dan yang lainnya.
Wikipedia menyatakan NoSQL adalah sistem
menejemen database yang berbeda dari sistem menejemen database relasional yang
klasik dalam beberapa hal. NoSQL mungkin tidak membutuhkan skema table dan
umumnya menghindari operasi join dan berkembang secara horisontal. Akademisi
menyebut database seperti ini sebagai structured storage, istilah yang
didalamnya mencakup sistem menejemen database relasional.
F. NoSQL Database
Database NoSQL yang mencangkup arsitektur, berusaha
untukmemecahkan masalah skalabilitas dan kinerja data yang besar yang database
relasional tidak dirancang untuk menangani. NoSQL ini sangat berguna ketika
perusahaan perlu untuk mengakses dan menganalisis sejumlah besar data
terstruktur atau data yang disimpan dari jarak jauh pada beberapa virtual
server di awan.
sumber:
https://auditakusuma22.wordpress.com/2016/05/01/pengantar-komputasi-cloud-dan-artikel-komputasi-modern/
https://adhibarfan.wordpress.com/2016/04/21/pengantar-komputasi-cloud/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar