Sadisnya
Pasangan Muda Ini Membantai Ade Sara
Tak terbayangkan kesadisan pasangan muda Hafit dan Syifa dalam membunuh
Ade Sara sampai selesainya rekonstruksi kejadian pembunuhan itu.Tak seorang pun
berani membayangkan, sebelumnya, pasangan muda itu bisa melakukan dengan
sangat dingin dalam tempo yang lama hingga akhirnya membuang mayat Ade Sara di pingir Tol Bekasi beberapa
waktu lalu.
Penyidik Polda Metro
Jaya telah menggelar rekonstruksi pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto yang
ditemukan tewas mengenaskan di pinggir Tol Bekasi beberapa waktu lalu.
Dari urutan adegan rekonstruksi itu menunjukkan bahwa pelaku Imam Al Hafidt (19) alias Hafiz menginjak leher mantan kekasihnya itu hingga tewas. Hal yang membuat Ade Sara tak berdaya lantaran disetrum oleh kedua tersangka berkali-kali i membuat korban tidak berdaya, shock dan lemas.
Setelah disetrum, Ade Sara kemudian dihujani pukulan oleh tersangka sambil dimaki-maki dengan umpatan kasar, dan kata-kata intimidasi. Karena terlalu bersemangat melakukan penganiayaan, setelah dipukul, Ade Sara kembali disetrum lalu diminta menelan tisu dan menjerat korban dengan tali tas. Kemudian leher korban ditekan pakai kaki oleh HF sampai meninggal
Dari urutan adegan rekonstruksi itu menunjukkan bahwa pelaku Imam Al Hafidt (19) alias Hafiz menginjak leher mantan kekasihnya itu hingga tewas. Hal yang membuat Ade Sara tak berdaya lantaran disetrum oleh kedua tersangka berkali-kali i membuat korban tidak berdaya, shock dan lemas.
Setelah disetrum, Ade Sara kemudian dihujani pukulan oleh tersangka sambil dimaki-maki dengan umpatan kasar, dan kata-kata intimidasi. Karena terlalu bersemangat melakukan penganiayaan, setelah dipukul, Ade Sara kembali disetrum lalu diminta menelan tisu dan menjerat korban dengan tali tas. Kemudian leher korban ditekan pakai kaki oleh HF sampai meninggal
Kabid
Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menuturkan, rekonstruksi digelar
berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap dua tersangka, Hafiz dan Assyifa
Ramadhani (19) alias Syifa, serta saksi-saksi lain.
"Rekonstruksi memperjelas apa yang terjadi di berita acara pemeriksaan," ucap Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (4/4).
"Rekonstruksi memperjelas apa yang terjadi di berita acara pemeriksaan," ucap Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (4/4).
Ditelanjangi
Awalnya, Assyifa Ramadhani (19) duduk di belakang bersama Ade Sara. Sedangkan Hafiz yang menyetir mobil. Hafiz dan Syifa sempat (pura-pura) terlibat cek-cok. Ade Sara yang mendengar itu sempat mencoba melerai.
"Kamu diam tidak usah ikut campur," kata Hafiz.
Hafiz kemudian berpindah duduk di belakang bersama Ade Sara. Sedangkan Syifa yang menyetir. Dalam perjalanan, Hafiz mencoba menelanjangi Ade Sara dengan membuka bajunya.
Korban kemudian memberontak dan terus melawan. Karena terus memberontak, Hafiz langsung menyetrum dada Ade Sara. Seketika itu Ade Sara langsung lemas dan tak berdaya. Karena khawatir Ade Sara berteriak, Hafiz dengan sadisnya menyumpal mulut korban dengan kertas koran.Setelah tergeletak lemas, Ade Sara lalu dibiarkan tergeletak di jok mobil.
Awalnya, Assyifa Ramadhani (19) duduk di belakang bersama Ade Sara. Sedangkan Hafiz yang menyetir mobil. Hafiz dan Syifa sempat (pura-pura) terlibat cek-cok. Ade Sara yang mendengar itu sempat mencoba melerai.
"Kamu diam tidak usah ikut campur," kata Hafiz.
Hafiz kemudian berpindah duduk di belakang bersama Ade Sara. Sedangkan Syifa yang menyetir. Dalam perjalanan, Hafiz mencoba menelanjangi Ade Sara dengan membuka bajunya.
Korban kemudian memberontak dan terus melawan. Karena terus memberontak, Hafiz langsung menyetrum dada Ade Sara. Seketika itu Ade Sara langsung lemas dan tak berdaya. Karena khawatir Ade Sara berteriak, Hafiz dengan sadisnya menyumpal mulut korban dengan kertas koran.Setelah tergeletak lemas, Ade Sara lalu dibiarkan tergeletak di jok mobil.
Rikwanto
menerangkan hal yang membuat Ade Sara tak berdaya lantaran disetrum oleh kedua
tersangka dengan berkali-kali. "Disetrum berkali-kali membuat korban tidak
berdaya, shock dan lemas," terangnya.
Tak hanya itu, lanjut Rikwanto, setelah disetrum, Ade Sara kemudian dihujani pukulan oleh tersangka. "Kemudian dianiaya dengan pukulan dan kata-kata intimidasi," Karena terlalu bersemangat melakukan penganiayaan, setelah dipukul, Ade Sara kembali disetrum lalu diminta menelan tisu dan menjerat korban dengan tali tas
"Kemudian leher korban ditekan pakai kaki oleh HF sampai meninggal," ujarnya
Tak hanya itu, lanjut Rikwanto, setelah disetrum, Ade Sara kemudian dihujani pukulan oleh tersangka. "Kemudian dianiaya dengan pukulan dan kata-kata intimidasi," Karena terlalu bersemangat melakukan penganiayaan, setelah dipukul, Ade Sara kembali disetrum lalu diminta menelan tisu dan menjerat korban dengan tali tas
"Kemudian leher korban ditekan pakai kaki oleh HF sampai meninggal," ujarnya
Dua
sejoli pelaku pembunuhan sadis terhadap Ade Sarah Angelina Suroto, Ahmad Imam
Al-Hafitd (19) alias Hafiz dan Asyifa Ramadhani (19) alias Syifa, nampak
menangis usai menjalani rekontruksi di halaman parkir Polda Metro Jaya.
Terlihat
Syifa menangis sendu. Air matanya membasahi wajah
manisnya tersebut. Sementara kekasihnya, Hafiz nampak murung. Keduanya kompak
menutup mulut rapat-rapat ketika wartawan mencoba mewawancarai keduanya.
Ketika seorang penyidik bertanya mengenai adegan rekonstruksi, kedua tersangka menjawab dengan nada cukup pelan. "Pada saat di bengkel kamu turun?" Tanya seorang penyidik.
Hafiz menjawab, "iya, saya turun dan ngobrol dengan teknisi bengkel."
Ketika seorang penyidik bertanya mengenai adegan rekonstruksi, kedua tersangka menjawab dengan nada cukup pelan. "Pada saat di bengkel kamu turun?" Tanya seorang penyidik.
Hafiz menjawab, "iya, saya turun dan ngobrol dengan teknisi bengkel."
Dalam
kejadian permbunuhan yang memakan waktu hamper 24 jam, kedua pasangan
berputar-putar kota untuk mencari tempat pembuangan mayat. Namun beberapa kali
mobilnya mogok, sehingga harus membetulkan di bengkel dengan membawa mayat Ade
Sara di dalam mobil.
Ditutup Tas
Setelah
yakin tak ada nafas lagi ,Syifa memeragakan bagaimana ia menutupi tubuh Ade
Sara yang sudah tewas dan terduduk di bawah bangku belakang dengan kepala
bersandar di pintu kiri mobil.
Syifa
duduk di bangku belakang sebelah kanan mobil KIA Visto yang dikendarai,
sementara Hafitd duduk di kursi sopir sembari melajukan kendaraannya.
Awalnya
penyidik meminta Syifa melakukan adegan selanjutnya setelah mengetahui Ade Sara
tewas dengan mengecek nafas dan detak jantungnya.
Penyidik
meminta Syifa untuk menutupi kepala dan sebagian tubuh Ade Sara dengan koran,
lalu menutupinya lagi dengan tas, sesuai hasil BAP Syifa. Namun Syifa
menolaknya dan meluruskan kejadian dan kronologis yang sebenarnya.
"Saya
tutupi pakai tas dulu, baru setelah itu koran. Jadi bukan koran dulu baru
tas," kata Syifa tenang kepada penyidik meluruskan kejadian yang
sebenarnya.
Penyidik
pun manggut-manggut dan mengabadikan rekonstruksi yang dilakukan Syifa.
Sepanjang rekonstruksi di Mapolda Metro Jaya, Syifa tampak jauh lebih tenang
dibanding Hafitd yang terkadang menunjukkan wajah murung dan tegang atau gugup.
Pendapat
Saya Tentang Kasus Pembunuhan Ini
Kurangnya pendidikan emosional membuat mereka tidak dapat
mengontrol emosi dan nekat melakukan apapun yang terlintas di dalam otak
mereka. "Kemungkinan besar kecerdasan emosionalnya rendah. Kalau mereka
berpendidikan belum tentu kecerdasan emosionalnya bagus, tidak sebanding dengan
kecerdasan akademiknya. Kecerdasan kognitif tidak sebanding dengan kecerdasan
emosional,".
"Orang berpendidikan belum tentu kontrol dirinya
bagus. Kalau masih anak-anak kan pengalaman hidupnya masih kecil, jadi kalau
ada masalah dia tidak tahu bahwa ada jalan keluar lain yang lebih baik. Nah
yang jadi korban ini tidak punya daya, lemah, makanya bisa disakiti,".
Sekarang ini
orang tua hanya mengajarkan kecerdasan akademik saja kepada anak-anak, tetapi
mereka melupakan emosional anak. Padahal kecerdasan emosional juga tidak kalah pentingnya dengan kecerdasan
akademis anak. Karena dengan pendidikan setinggi apapun, jika tidak dibarengi
dengan kecerdasan emosional, tidak akan membuat anak menjadi lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar